Perjanjian Perkawinan Dalam Menjamin Hak-Hak Perempuan

  • Nilna Fauza
  • Moh Afandi IAIN Madura
Abstract views: 106 , PDF downloads: 70

Abstract

Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk memaparkan hal ihwal tentang Perjanjian Perkawinan serta manfaatnya dalam menjamin hak-hak perempuan. Kajian pustaka dengan sajian deskriptif memaparkan bahwa dalam konsep fiqh konvensional, perjanjian perkawinan memang tidak disebutkan secara khusus, namun embrio perjanjian perkawinan dalam konsep fiqh konvensional sering disebut dengan taklik talak yang kemudian bermetamorfosis sedemikian rupa menjadi perjanjian perkawinan. Konsep taklik talak terkesan lebih menampilkan suami yang sewenang-wenang dalam menjatuhkan talak, tetapi perjanjian perkawinan cenderung melindungi perempuan dari tindak diskriminatif dan kesewenangan suami. (In this paper the author tries to explain the matter of the Marriage Agreement and its benefits in guaranteeing women's rights. Literature study with descriptive presentation explains that in the concept of conventional fiqh, marriage agreements are not specifically mentioned, but the embryo of marriage agreements in the concept of conventional fiqh is often referred to as taklik talak which then metamorphoses in such a way as marriage agreements. The concept of taklik talak seems to show an arbitrary husband in dropping divorce, but the marriage agreement tends to protect women from discriminatory acts and the abuse of their husbands.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Moh Afandi, IAIN Madura
Fak. Syariah

References

Ahmad, Zaini Noeh, “Kepustakaan Jawa Sebagai Sumber Sejarah Perkembangan Hukum Islam”, dalam Amrullah Ahmad dkk. (Ed), Prospek Hukum Islam dalam Kerangka Pembangunan Hukum Nasional di Indonesia Sebuah Kenangan 65 Tahun Prof.Dr.H.Busthanul Arifin, SH, Jakarta: PP-IKAHA., 1994

Al-ghazy, Muhammad bin Qasim, Fathu al-Qarib al-Mujib, Surabaya: al-Hidayah, tt

Azar, Ahmad Basyir, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 1995

Mike Rini, “Perlukah Perjanjian Pra-nikah?”, dalam Danareksa online, 2 Maret 2005, (http://www.danareksa.com/home/index_uangkita.cfm?act=), diakses pada 18 November 2010

Nashr, Abd Taufik Al-Athar, Saat Anda Meminang, Terj. Abu Syarifah dan Afifah Jakarta: Pustaka Azam, 2000

Nasution, Khoiruddin “Kekuatan Spiritual dalam Taklik Talak dan Perjanjian Perkawinan,(http://www.badilag.net/data/ARTIKEL/Kekuatan%20Spritual%20Perempuan.pdf),diakses pada 18 November 2010

Nuruddin, Amiur dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam di Indonesia (Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fikih, UU No. 1/1974 sampai KHI), Jakarta: Kencana, 2004

Penyusun, Tim, Undang-undang Perkawinan di Indonesia, Surabaya: Arkola, 2000

Rahman, Abd. Ghazaly, Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana, 2003

Sabiq, Sayyid, Fiqh al-Sunnah terj., Semarang: Thaha Putra, t.t

Saifullah, Muhammad, Mohammad Arifin, Ahmad Izzudin, Hukum Islam Solusi Permasalahan Keluarga, Yogyakarta: UII Press, 2005

Supramono, Gatot, Segi-segi Hukum Hubungan Luar Nikah, Jakarta: Djambatan, 1998

Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Islam antara Fiqh Munakahat dan Undang-undang Perkawinan, Jakarta: Kencana, 2006

Yunus, Mahmud, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: PT Mahmud Yunus Wadzuriyyah, t.t

Published
2020-07-01
How to Cite
Fauza, N., & Afandi, M. (2020). Perjanjian Perkawinan Dalam Menjamin Hak-Hak Perempuan. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 2(1), 1 - 17. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v2i1.3116
Section
Articles