TRADISI PESANTREN DALAM KONSTRUKSI KURIKULUM BAHASA ARAB DI LEMBAGA PENDIDIKAN MINORITAS MUSLIM PAPUA BARAT

  • Ismail Suardi Wekke Jurusan Dakwah STAIN Sorong Jl. Klamono-Sorong, KM. 17, Klablim, Sorong 98417
Abstract views: 67 , PDF downloads: 368
Keywords: Bahasa Arab, kurikulum, minoritas muslim, rekonstruksi, pembelajaran

Abstract

Pesantren menjadi pilar tradisi. Pada saat yang sama, pesantren juga
berkontribusi terhadap masyarakat dalam pengembangan komunitas. Untuk itu,
sebuah keperluan untuk mengkaji bagaimana pesantren memperkaya program
mereka untuk membantu santri dalam belajar bahasa Arab. Penelitian ini
dilaksanakan di wilayah minoritas muslim yaitu Papua Barat. Salah satu
intsruksional utama untuk menjalankan pengajaran dan pembelajaran adalah
kurikulum. Artikel ini akan mengkaji bagaimana minoritas muslim
mengkonstruksi program bahasa Arab dan memperkaya kurikulum tersebut
dalam mencapai tujuan kelembagaan. Ada beberapa langkah yang dilaksanakan
untuk memberikan kesempatan bagi santri untuk menguasai bahasa. pertama
kali, santri harus terampil dalam membaca. Akhirnya, penelitian ini
menyimpukan bahwa kurikulum bahasa Arab dikonstruksi dan dintegrasikan
dengan materi pembelajaran Islam yang lain.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2015-03-19
How to Cite
Wekke, Ismail Suardi. 2015. “TRADISI PESANTREN DALAM KONSTRUKSI KURIKULUM BAHASA ARAB DI LEMBAGA PENDIDIKAN MINORITAS MUSLIM PAPUA BARAT”. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture 22 (1), 20 - 38. https://doi.org/10.19105/karsa.v22i1.549.