Analisis Semiotika Peirce pada Kajian “Healing dengan Al-Qur’an”

(Studi Kasus YouTube Hanan Attaki)

  • Sri Arnita Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract views: 281 , PDF downloads: 295
Keywords: Semiotika, Healing, Al-Qur'an, Hanan Attaki

Abstract

Beberapa bulan terakhir ini, ada satu tren penyembuhan yang sedang ramai diperbincangkan di Indonesia yaitu healing. Healing berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyembuhan atau pemulihan. Namun, permasalahannya adalah bahwa banyak masyarakat khususnya anak muda yang telah menyalahartikan healing. Kebanyakan orang memaknai healing dengan liburan dan menghabiskan uang saja. Padahal, healing sesungguhnya adalah segala jenis penyembuhan yang tidak mengandalkan obat-obatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami makna Healing dengan Al-Qur’an pada channel YouTube Hanan Attaki. Adapun analisis pada penelitian ini menggunakan teori semiotika yang dikembangkan oleh Peirce. Berdasarkan hasil penelitian bahwa salah satu healing terbaik yang menenangkan hati dan jiwa yaitu membaca Al-Qur’an karena pada hakikatnya Al-Qur’an memang diturunkan untuk menjadi obat bagi orang-orang yang beriman. Healing dengan Al-Qur’an tentunya sangat sederhana karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Selain itu, healing dengan cara ini justru akan mendatangkan pahala. Cara healing dengan Al-Qur’an yaitu dengan mencari ayat-ayat tematik yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dialami, membaca ayat tersebut secara berulang-ulang, kemudian memaknai apa yang dibaca dengan pemaknaan yang dalam (tadabbur). Membaca berulang-ulang suatu ayat Al-Qur’an menjadikan ayat tersebut memiliki kekuatan yang dahsyat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Habsyi, Ali Zainal Abidin Rahasia Nama dan Sifat Al-Qur’an. 2020. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.

Al-Hilali, Majdi. 2011. Agar Al-Qur’an Menjadi Teman: Rahasia Menghayati Kitab Suci untuk Perubahan Diri. Jakarta: Zaman. terj. Asy’ari Khatib.

Al-Masnawi, Ibnu Rusydi. 2018. Qur’anic Healing: Al-Qur’an Penghibur Hati yang Lelah. Jakarta: Laksana. Cet. ke-1.

Al-Mazid, Hishshah binti Rasyid bin Abdullah. 2007. Dahsyatnya Terapi Al-Qur’an. Jakarta: Nakhlah Pustaka. terj. Abdi Femi Karyanto.

Al-Qarni, Aidh bin Abdullah. 2005. Nikmatnya Hidangan Al-Qur’an. Jakarta: Maghfirah Pustaka. terj. AM. Halim.

Alsa, Asmadi. 2004. Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Anggito, Albi dan Johan Setiawan. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Asmoro, Muhammad Panji dan Ns. Tatiana Siregar. Terapi Self Healing Menggunakan Metode Expressive Writing Therapy untuk Mengatasi Stres Kerja Perawat. 2022. Jawa Tengah: Pradina Pustaka.

Branston, Gill and Roy Stafford. 2010. The Media Student’s Book, Fifth Edition, New York: Routledge.

Chandler, Daniel. 2017. Semiotics the Basic. New York: Routledge. Third Edition.

Darma, Surya dkk. 2022. Pengantar Teori Semiotika. Bandung: Media Sains Indonesia.

Eco, Umberto. 1986. Semiotics and the Philosophy of Language. New York: Indiana University Press.

Hajar, Siti dan Riza Awal Novanto. “Al-Qur’an sebagai Syifa’ dan Meditasi Kesehatan”. Jurnal Al-Mufassir. Vol. 3. No. 2. 129-130.

Hasan, Farid. 2020. Makna Ayat-ayat Al-Qur’an dalam Fenomena Penyembuhan Kesurupan: Studi Living Qur’an pada Kesenian Kubrosiswo Bintang Mudo di Pringsurat Temanggung. Semarang: LP2M IAIN Salatiga.

Hayat, Teten J. 2021. Sufi Healing Dzikir Jahr ‘Bebas Trauma Ala Sufi’. Jakarta: Guepedia.

Heriyanto. 2021. “Konsep Makna Syifa’ dalam Wacana Tafsir Sufi”. Journal of Sufism and Psychotherapy. Vol. 1. No. 2. 208.

Lantowa, Jafar dkk. 2017. Semiotika Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Yogyakarta: Deepublish.

Latif, Umar. 2014. “Al-Qur’an sebagai Sumber Rahmat dan Obat Penawar (Syifa’) bagi Manusia”. Jurnal Al-Bayan. Vol. 21. No. 30. 87.

Merskin, Debra L. 2011. Media, Minorities, and Meaning. New York: Peter Lang Publishing.

Nur, Muhammad Ilham.2017. Ketika Al-Qur’an Tak Lagi Diagungkan. Jakarta: PT Gramedia.

Qindil, Abdul Mun’im. 2018. The Healing Book ‘Mengungkap Kandungan Medis Al-Qur’an’. Yogyakarta: Qudsi Media.

Seto, Indiwan Wahyu Wibowo. 2013. Semiotika Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Shihab, M. Quraish. 2007. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing. Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Subandi. 2011. “Deskripsi Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian Pertunjukan”. Jurnal Harmonia. Vol. 11. No. 2. 176.

Suwenten, Made dan Indra Dewanto. 2019. Ultimate Self Healing. Jakarta: PT. Inspirator Juara Indonesia.

Tauris, LB. 2008. Memahami Al-Qur’an dengan Metode Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Bandung: Marja. terj. Rofik Suhud.

Published
2022-11-30