TITIK TEMU SUFISME DAN PSIKOLOGI; KAJIAN ATAS QS. AL-FAJR: 27-30

  • Muhsin IAIN Palu
Abstract views: 654 , PDF downloads: 508
Keywords: Psikologi, jiwa, sufisme, Al-Fajr: 27-30

Abstract

The problem that this paper would like to answer is whether there are similarities between sufism and psychology in the discussion of soul. So far, sufism is known on the purification of the soul as its material object. To examine the soul, I observe the interpretation of Q.S al-Fajr verses 27-30. The method used is the tahlili method. This means to know how Islam understands the soul then to relate it with the explanation of soul according to psychology. Based on the results of this study, I reveal that there is a meeting point between sufism and psychology. Referring to the poems of Ibn Athailah al-Iskandari, I see similarities between him and secular psychologists such as Aristotle and Plato. I also conclude that considering the soul as their common object material. (Permasalahan yang akan dijawab dalam tulisan ini yaitu apakah terdapat persamaan antara sufisme dan psikologi dalam pembahasan kejiwaan. Selama ini sufisme yang dikenal dengan penyucian diri menjadikan jiwa sebagai obyek materialnya. Untuk mengkaji jiwa, penulis melihat penafsiran Q.S al-Fajr ayat 27 – 30 dengan metode tahlili. Ini dimaksudkan untuk melihat pemahaman Islam terhadap jiwa kemudian mengaitkannya dengan penjabaran dari jiwa menurut ilmu psikologi. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa terdapat titik pertemuan antara sufisme dan psikologi.  Mengacu kepada Syair-Syair Ibn Athailah al-Iskandari, misalnya, penulis melihat ada persamaan dengan para psikolog umum seperti Aristoteles dan Plato. Dengan demikian, terdapat persamaan antara sufisme dan psikologi karena sama-sama menjelaskan tentang jiwa).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bashori, Khoiruddin. “Penerapan Psikologi dalam Pendidikan dan Perkembangan Manusia”. Lektur, Vol 12 No: 2 (2006) : 250-261.

Bastaman, Hanna Djumhana. Integrasi Psikologi dengan Islam Menuju Psikologi Islami. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1997.

Colinson, Diane. Lima Puluh Filosof Dunia Yang Menggerakkan terj : Ilzamudin Makmur dan Mufti Ali. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Cawidu, Harifuddin. “Gender dalam Perspektif Sufisme (Suatu Tawaran Solusi Mengatasi Krisis Kemanusiaan Melalui Pendekatan Spiritual)”. Zaitun Volume 1 April (2002), 1-32.

Frager, Robert, Hati Diri Jiwa Psikologi Sufi untuk Transformasi. Jakarta : PT Serambi Ilmu Semesta, 2005.

Goldziher, Ignaz. Mazhab Tafsir terj : Alaika Salamullah, dkk,. Yogyakarta : Elsaq Press, 2006.

Hall, Calvin and Gardner Lindzey. Teori-Teori Psikodinamil (KLINIS). Yogyakarta : Kanisius, 1993.

Hidayat, Komarudin. Psikologi Kematian. Jakarta: Hikmah 2010.

Nasution, Hasyimsah. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002.

Rahman, Bodiur. “Perbandingan Konsep Kebebasan Memilih (ikhtiya>r) antara Imam Hasan al-Bas{rid an Mulla Sadra. Al-Huda Vol : 3 No: 11 (2005), 117-152.

Shaleh, Abdul Rahman. Psikologi: Suatu Pengatar dalam Perspektif Islam. Jakarta : Kencana, 2004.

Suryabrata, Sumardi. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003.

Published
2021-06-14
Section
Articles