PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HAJI DI KOTA PONTIANAK

  • Syarifah Ema Rahmaniah Tanjungpura University, Pontianak
Abstract views: 94 , PDF downloads: 41
PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HAJI: TINJAUAN EVALUATIF PENGELOLAAN HAJI DI KOTA PONTIANAK downloads: 0
Keywords: pengelolaan haji, transparan, adil, partisipasi, responsif gender

Abstract

To organize pilgrimage (hajj) has been a national task involving multi-institutions both in Indonesia and in Saudi Arabia. The Indonesion government is obliged to accelerate the quality of pilgrimage organization in forms of the service of registration administration, manasik advisory, pilgrimage trip, travel documents, air and land transportations, medic, accommodation, food, and security. The study identifies several problems in the pilgrimage management, such as finance and service problems that are not transparent, fair, participative, long waiting list, transportation, accommodation, and the problem of managements that is not responsive gender

Copyright (c) 2015 by KARSA. All right reserved

DOI: 10.19105/karsa.v23i1.611 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Basri, Elbi Hasan. Fiqhul Hajji: Pendekatan Pelaksanaan Berdasarkan Dalil al-Quran dan Hadis. Yogjakarta: AK. Group. 2005.

Handayani, Trisakti dan Sugiarti. Konsep dan Teknik Penulisan Gender. Ma-lang: UMM Press, 2002.

Hubeis AVS. Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Bogor: IPB Press, 2010.

Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 ten-tang Pengarusutamaan Gen-der. Jakarta: Sekretariat Negara.

Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 266/KESSOS/2013 ten-tang Pembentukan Panitia Penye-lenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Provinsi Kalimantan Ba-rat Tahun 2013 Kegiatan Fasi-litasi Pemberangkatan dan Pemu-langan Jemaah Haji Kalimatan Barat Tahun 1434 H/2013 M.

Keputusan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 26-4/KESSOS/2013 tentang Pene-tapan Petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan Tim Keseha-tan Haji Daerah (TKHD) Pro-vinsi Kalimantan Barat Tahun 1434 H/ 2013 M.

Koeswinarno. Pembimbing Perempuan Tan-tangan dan Peluang. Artikel disam-paikan pada Seminar Nasional Pengelolaan Haji Berbasis Gender Bagi Pengelola KBIH Provinsi Ka-limantan Barat. Hotel Kapuas Pa-lace Pontianak 17 Desember 2013.

Kustini. Problema Seputar Masalah Haji Perempuan. Artikel disampaikan pada Seminar Nasional Pengelo-laan Haji Berbasis Gender bagi Pengelola KBIH Provinsi Kali-mantan Barat. Hotel Kapuas Pa-lace Pontianak 17 Desember 2013.

Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/78 Tahun 2013 tentang Pedoman Rekrutmen Petugas Ha-ji Indonesia.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pe-laksanaan Undang-Undang No. 13 Tahun 2008.

Panduan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender Bidang Kese-hatan. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2010.

Puspitawati, Herien. Konsep, Teori dan Analisis Gender. Bogor: Departe-men Ilmu Keluarga dan Kon-sumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian, 2013.

Rahmaniah, Syarifah Ema. Dinamika De-mokratisasi Konteks Ke-Indonesiaan. Yogjakarta: Bimotry, 2013.

-----. Pelaksanaan Haji yang Adil Gender, Mungkinkah? Proseding Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Ba-dan Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS PTN-B) Bi-dang Sosial. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, 2014.

Silawati, Hartian. ‘Pengarusutamaan Gender: Mulai dari Mana?’ Jurnal Perempuan, Vol. 50, tahun 2006.

Simatauw M, Simanjuntak L, dan Kus-wardono PT. Gender & Pengelo-laan Sumberdaya Alam. Yogya-karta: Yayasan PIKUL, 2001.

UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keter-bukaan Informasi Publik

UU No. 34 Tahun 2009 tentang Penye-lenggaraan Haji dan Umrah

UU No. 13 Tahun 2008 tentang Pe-laksanaan Haji

UU No. 17 Tahun 1999 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji http://www.tabunghaji.gov.my/web/guest/bonus-pendeposit-th. diakses pada 24 Januari 2015

Published
2015-06-05
How to Cite
Rahmaniah, Syarifah Ema. 2015. “PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HAJI DI KOTA PONTIANAK”. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture 23 (1), 100-112. https://doi.org/10.19105/karsa.v23i1.611.