Hak Perempuan dalam Memilih Suami (Telaah Hadis Ijbâr Wali)

  • Muhammad Kudhori
Abstract views: 797 , PDF downloads: 195
PDF downloads: 73

Abstract

Kasus perjodohan oleh orang tua terhadap anak perempuannya masih dijumpai di dalam masyarakat muslim Indonesia. Tak jarang, praktek nikah paksa yang dilakukan oleh oknum orang tua justru berakhir dengan penyiksaan dhahir maupun batin kepada anak perempuan. Tulisan ini membahas apakah memilih calon suami merupakan hak perempuan secara mutlak ataukah ada campur tangan dari orang tua? Kebebasan memilih pasangan hidup bagi seorang perempuan sebenarnya telah dijamin oleh Syara’. Para pelaku praktek nikah paksa biasanya menggunakan hadis: “Perawan, bapaknya yang menikahkannya.” sebagai upaya untuk membenarkan tindakannya. Namun ternyata hadis tersebut termasuk dalam kategori hadis syâdz yang tertolak, karena bertentangan dengan riwayat-riwayat sahih yang memberikan kebebasan mutlak bagi perempuan untuk memilih suaminya. Seorang perempuan yang tidak mematuhi perintah orang tuanya untuk dinikahkan dengan laki-laki yang tidak dicintainya sama sekali bukan perempuan yang durhaka, karena pada dasarnya bakti kepada orang tua didasari dengan cinta dan kasih sayang, bukan keterpaksaan. (The cases of matchmaking by parents to their daughters are still found in Indonesian Muslim societies. Frequently, the practice of forced marriages committed by unscrupulous parents ended up in physical and psychological tortures experienced by women. This paper discusses whether choosing a spouse is the absolute right of women or there should be any interferences by parents. The freedom of choosing a spouse for a woman has actually been guaranteed by Syaria. The perpetrators of forced marriage practice usually use the hadith: " for the virgin, it is her father who marries her to a man " in an attempt to justify their actions. However, the hadith belongs to the category of a syâdz hadith which is rejected as it contradicts the valid narrations which give women the absolute freedom to choose their husbands. A woman who does not obey her parents' orders to marry a man she does not love is not a disobedient woman since, basically, her devotion to her parents should be based on love and affection, not compulsion)

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muhammad Kudhori
STAI Al-Fithrah Surabaya, Jl. Kedinding Lor 99 Surabaya 60129

References

Abâdi, Muhammad bin Ya‘qûb al-Fayrûz. al-Qâmûs al-Muhîth, t.t.: t.p., t.th.

‘Abidîn, Ibn. Hasyiyah Râdd al-Mukhtâr, Beirut: Dar al-Fikr, 2000.

Afriqi, Ibn al-Mandzûr al-. Lisân al-‘Arab, Beirut: Dar Sadir, t.th.

Alkhin, Musthafâ, Musthafâ al-Bughâ dan ‘Alî al-Sarbajî. al-Fiqh al-Manhajî ‘ala al-Madzhab al-Imâm al-Syâfi‘î, Surabaya: al-Fitrah, t.th.

Anshârî, Zakariyâ al-. Asna al-Mathâlib fi Syarh Raudlah al-Thâlib, Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2000.

‘Asqalânî, Ibn Hajar al-. al-Talkhîs al-Hâbir fi Takhrîj Ahâdîth al-Râfi‘î al-Kabîr, Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1989.

Bakar, Abu. “Kawin Paksa (Problem Kewenangan Wali dan Hak Perempuan dalam Penentuan Jodoh)”, al-Ihkam, Vol. V, No. 1, Juni 2010.

Bayhaqî, Ahmad bin al-Husayn al-. al-Sunan al-Kubra, Hydar Abad: Majlis Dâ’irah Ma‘ârif al-Nidzamiyah al-Kâ’inah, 1344 H.

Bukhârî, Muhammad bin Ismâ‘îl. al-Jâmi‘ al-Shahîh, Kairo: Dâr al-Sha‘b, 1987.

Dâruquthnî, ‘Ali bin ‘Umar. Sunan al-Daruquthnî, t.t.: Mu’assasah al-Risâlah, t.th.

Dhahabî, Muhammad bin Ahmad. Siyâr A‘lâm al-Nubalâ’, t.t.: Mu’assasah al-Risâlah, 1985.

Fauzi, Ahmad. “Pemikiran Ibn Hazm Tentang Keberadaan Wali Nikah Dalam Perkawinan Janda”, al-Ihkam, Vol. 8, No. 2, Desember 2012. Al-Ihkâm

Fauziyah, Yayuk. “Ulama Perempuan Dan Dekonstruksi Fiqih Patriarkis”, Islamica, Vol. 5, No. 1, September 2010.

Ibn Taymiyah, Ahmad bin ‘Abd al-Halim. Majmû‘ al-Fatâwâ, t.t.: Dâr al-Wafâ’, 2005.

Jazîrî, ‘Abd al-Rahmân. al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba‘ah, t.t.: t.tp, t.th.

Khatimah, Umi Khusnul. “Hubungan Seksual Suami-Istri Dalam Perspektif Gender Dan Hukum Islam”, Ahkam, Vol. 13, No. 2, Juli 2013.

Marâghî, Ahmad Musthafâ. Tafsîr al-Marâghî, Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba‘ah Mushthafâ al-Bâbî al-Halibî wa Awlâdih, t.th.

Misri, Ibn Najim al. al-Bahr al-Ra’iq, Beirut: Dar al-Ma‘rifah, t.th.

Nawawî, Yahya bin Syaraf al-. al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim bin al-Hajjâj, Beirut: Dâr Ihyâ’ al-Turâth al-‘Arabî, 1392 H.

Naysaburî, Muslim bin al-Hajjâj al-. Shahîh Muslim, Beirut: Dâr al-Jail, t.th.

Qardlâwî, Yûsuf al-. Fatâwâ al-Mu‘âshirah, t.t.: t.p., t.th.

Qazwaynî, Ibn Mâjah al-. Sunan Ibn Mâjah, t.t.: Maktabah Abî al-Ma‘âthî, t.th.

Rofiah, Nur. “Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Perspektif Islam”, Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, Vol. 2, No. 1, Juni 2017.

Rohman, Moh. Faizur & Muhammad Solikhudin. “Fenomena Poligami Antara Solusi Sosial Dan Wisata Seksual Dalam Analisis Hukum Islam, Uu No. 1 Tahun 1974, Dan KHI”, Al-Hukama The Indonesian Journal of Islamic Family Law, Vol. 07, No. 01, Juni 2017.

Syaqr, ‘Athiyyah. Fatâwâ al-Azhar, t.t.: Mawqi‘ Wizârah al-Awqâf al-Mishriyyah, t.th.

Sâbiq, al-Sayyid. Fiqh al-Sunnah, Beirut: Dâr al-Ma‘rifah, 2010.

Syawkânî, Muhammad bin ‘Alî al-. Nayl al-Awthâr min Ahâdîts Sayyid al-Akhyâr Syarh Muntaqâ al-Akhbâr, t.t.: Idârah al-Thibâ‘ah al-Munîriyah, t.th.

Syarbînî, al-Khatîb. Mughni al-Muhtaj, t.t.: t.p., t.th.

Shuqqah, ‘Abd al-Halîm Muhammad Abu. Tahrîr al-Mar’ah fî ‘Asr al-Risâlah, Kuwait: Dâr al-Qalam, 1999.

Sarkhâsi, Muhammad bin Abî Sahl al-. al-Mabsûth, Beirut: Dâr al-Fikr, 2000.

Sijistânî, Abû Dawûd al-. Sunan Abî Dawûd, Beirut: Dâr al-Kitâb al-‘Arabî, t.th.

Thahhân, Mahmûd al-. Taysîr Musthalah al-Hadîts. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Thoha, Mohammad. “Paradigma Baru Fiqh Perempuan (Studi Analisis Atas Gender Mainstreaming Omid Safi Dalam Agenda Muslim Progressive)”, al-Ihkam, Vol . 8, No .2, Desember, 2013.

‘Ubayd, Dalâl Kadzîm. Mafhûm Hurriyat al-Mar’ah fi Dlaw’ al-Fikr al-Tarbawî al-Islâmî. Beirut: Kitab-Nashirun, 2011.

‘Utsaymin, Muhammad bin Shâlih al-. Fatâwâ Mawqi‘ al-Alûkah. t.t.: t.p., 1429 H.

Zabîdî, Murtadlâ al-. Tâj al-‘Arûs, t.t.; Dâr al-Hidâyah, t.th.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/06/120608_forced_marriages.shtml)

http://news.liputan6.com/read/688379/tragis-gadis-8-tahun-korban-nikah-paksa-tewas-saat-malam-pertama

http://www.tempo.co/read/news/2014/08/28/058602917/Kawin-Paksa-Jadi-Penyebab-Tertinggi-Perceraian

Published
2017-08-06
Section
Articles