Local Wisdom Dalam Tembang Macapat Madura

  • Moh. Hafid Effendy
Abstract views: 74 , PDF downloads: 175
Keywords: Lokal Wisdom, Tembang Macapat Madura

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian tentang analisis Tembang Macapat
Madura dalam pendekatan tradisional yang notabene merupakan karya para
sastrawan Madura yang komplek akan nilai – nilai yang berkembang di
masyarakat, salah satunnya nilai local wisdom (kearifan lokal) Madura.
Melalui tembang macapat tersebut para sesepuh Madura memberikan
pendidikan moral dengan cara menyiratkan nilai – nilai yang arif dan adiluhur
dalam syair – syair teks tembang macapat untuk mencetak generasi yang
bermoral dan berakhlak mulia. Hasil analisis menunjukkan adanya nilai-nilai
local wisdom pada beberapa kategori, diantaranya (1) Komunikasi dalam
keluarga yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pesan moral tentang
pentingnya berpikir dahulu sebelum bertindak supaya tidak berakibat fatal
pada dirinya. Selain itu juga mengandung makna nasehat tentang perilaku
seseorang yang menyalahgunakan akalnya untuk melakukan hal yang tidak
baik, terdapat pula pesan moral untuk tidak membicarakan keburukan orang
lain yang belum tentu akan kebenaran beritanya. Di sisi lain dalam (2)
Komunikasi antar Masyarakat yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapat
tiga bhângsalan yang intinya berisikan menjaga lisan agar tidak
membahayakan dirinya sendiri, terdapat tiga bhângsalan yang intinya
menerangkan tentang pentingnya menebar kebaikan di muka bumi, dan
terdapat kearifan lokal yang berisikan pesan moral supaya selalu berprilaku
jujur.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Basar, Chairil, dkk. Ensiklopedi

Pamekasan. Yogyakarta:

Pemerintah Kabupaten, 2011.

Pamekasan bekerja sama

dengan Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada.

Fath, Kutwa, dkk. Buletin Pakem

Maddhu Edisi Mei 2012.

Surabaya: Karunia. 2012.

Faruk, Umar. Makna Filosofis dalam

Kumpulan Syair Lagu-lagu

Madura. Pamekasan: Universitas

Madura. 2010.

Ghazali, A Syukur. Makalah

dipresentasikan pada Acara

―Sosialisasi Kurikulum, Silabus,

dan Buku Pendamping

Pembelajaran Muatan Lokal

Bahasa Daerah 2015 (di SLB

Negeri Pembina Malang).

http://dgi-indonesia.com/wp

content/uploads/2009/02/mengga

likeari anlokalnusantara1.pdf

Jurnaltuddopuli.wordpres.com/20

/05

Kuntowijoyo. Perubahan Sosial dalam

Masyarakat Agraris Madura

—1940. Jogjakarta: Mata

Bangsa. 2002.

Mahayana, Maman S. Pengarang Tidak

Mati: Peranan dan Kiprah

Pengarang Indonesia. Bandung:

Nuansa. 2012.

Muakmam. Lalongèt bȃn Oca‘ Kèyasan.

Tanpa Penerbit. 2005.

Notoasmoro, RP. Abd. Syukur.

Konkonan. Sumenep: CV.

Mutiara Elsi. 1992.

Ratna, Nyoman Kutha. Antropologi

Sastra: Peranan Unsur-unsur

Kebudayaan dalam Proses

Kreatif. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.2011.

Sofyan, Akhmad. Pedoman Umum

Ejaan Bahasa Madura Yang

Disempurnakan. Sidoarjo: Balai

Bahasa Jawa Timur. 2012.

Sadik, A. Sulaiman. Selintas Tentang

Bahasa dan Sastra Madura.

Pamekasan: Bina Pustaka Jaya.

____________. Jatidiri, Budaya Lokal

dan Kearifan Lokal Madura.

Surabaya: Karunia.2013.

Sastrodiwirjo, Oemar. Tembhȃng

Macapat Madhurȃ. Surabaya:

Karunia. 2008.

Syafiuddin. Nilai-nilai Religius dalam

Antologi Tembang Macapat

Madura Karya Oemar

Sastrodiwirjo. Pamekasan:

Universitas Madura. 2011.

Tim Pakem Maddhu. Kamus Bahasa

Madura: Madura-Indonesia.

Surabaya: Karunia.2011.

Published
2015-05-05