Memupuk Sastra dengan Literasi pada Remaja Melalui Kelas Menulis di Desa Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan

  • Isnainiyah Institut Agama Islam Negeri Madura
  • Ali Nurhadi Institut Agama Islam Negeri Madura
Abstract views: 90 , PDF downloads: 37
Keywords: Literature, Literacy, Writing Activity

Abstract

The lack of awareness of the importance of literacy activities in the community, especially in literature, creates backwardness in literacy. Therefore, the literacy activities need to be introduced and encouraged to raise new generations for the world of literacy to not drown in the community without any record that those existed in the community. This writing class program aims to raise new generations and become a forum to encourage the spirit of youth literacy in the village. While the research method used is the Asset-Based Communities Development (ABCD) method because this method is a model in developing a community that prioritizes the use of assets and potential within a community. The results show that with this writing class which is packaged with the 3S concept (Relaxed, Serious, and Successful), some teenagers who have an interest in writing can/can develop their writing skills, can bring up their enthusiasm in writing, especially in the field of short stories literature as the focus from this writing class in the field of short story literature. During the course, the class members have made two short stories that could be sent to the Radar Madura newspaper later. Therefore, this writing class can be an alternative to develop the talents and interests of teenagers in the world of literacy.

(Minimnya kesadaran akan pentingnya kegiatan literasi di tengah masyarakat khususnya dibidang kesastraan, membuat keterbelakangan dalam dunia literasi. Maka, kegiatan menulis perlu dikenalkan serta didorong guna memunculkan bibit-bibit baru untuk dunia literasi, supaya tidak tenggelam di tengah masyarakat tanpa ada catatan bahwa ia pernah ada di tengah masyarakat tersebut. Adapun tujuan dari adanya program kelas menulis ini adalah untuk memunculkan bibit baru serta menjadi wadah untuk mendorong semangat literasi remaja di desa. Sedangkan metode penelitian yang digunakan menggunakan metode Asset Based Communities Development (ABCD), karena metode ini merupakan model dalam mengembangkan masyarakat yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi dalam lingkungan sebuah masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kelas menulis ini yang dikemas dengan konsep 3S (Santai, Serius, dan Sukses), sebagian remaja yang memiliki minat dalam kepenulisan bisa/dapat mengembangkan kemampuan menulisnya, dapat memunculkan rasa semangat mereka dalam menulis khususnya dibidang sastra cerpen sebagaimana fokus dari kelas menulis ini dibidang sastra cerpen, serta selama kelas ini berlangsung anggota kelas telah mampu membuat 2 buah karya cerpen yang bisa dikirimkan ke Koran Radar Madura nantinya. Oleh karena itu, kelas menulis ini bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan bakat dan minat remaja di dunia literasi).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, I. K., & Nurhadi, A. (2020). Meningkatkan Semangat Belajar di Rumah dengan Teknik Mind Mapping pada Siswa Kelas 1 SD di Dusun Rokoro Desa Taro’an, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. PERDIKAN (Journal of Community Engagement), 2(1), 29–41. https://doi.org/10.19105/pjce.v2i1.3549

Baharun, H., & Rizqiyah, L. (2020). Melejitkan Ghiroh Belajar Santri Melalui Budaya Literasi di Pesantren. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 108–117. https://doi.org/10.19105/tjpi.v15i1.3048

Masruroh, A. (2017). Rambu-rambu Menulis Cerpen. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.

Montoya, S. (2018). Defining Literacy. Hamburg: Global Alliance to Monitor Learning.

Padmadewi, N. N., & Artini, L. P. (2018). Literasi di Sekolah, dari Teori ke Praktik. Bali: Nilacakra.

Sari, N., Kusmana, A., & Kuntarto, E. (2020). Strategi Menangani Kesulitan Menulis (Disgrafia) Melalui Pembelajaran Partisipatif di Sekolah. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 56–63. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v2i1.3265

Tarigan, H. G. (1994). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Utami, L. D. (2021). Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah, Ranking 62 dari 70 Negara. Diambil 28 Juli 2021, dari https://perpustakaan.kemendagri.go.id/?p=4661

Warsiman. (2016). Membumikan Pembelajaran Sastra yang Humanis. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Washadi. (2018). Upaya Menghidupkan Sastra Melalui Budaya Literasi di SMP Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Proceedings Universitas Pamulang, 1(1). Diambil dari http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Proceedings/article/view/2152

Widjajanti, A. (2020). Language as the Expression Representation of Thoughts. Pancaran Pendidikan, 8(2), 75–84. https://doi.org/10.25037/pancaran.v8i2.235

Published
2021-07-30