LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS CYBER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

  • I Made Sonny Gunawan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Siti Zahra Bulantika UIN Raden Intan Lampung
  • Permata Sari UIN Raden Intan Lampung
Abstract views: 406 , PDF downloads: 226
Keywords: cyber counseling, guidance and counseling, critical thinking

Abstract

Keputusan pemerintah yang memindahkan proses pembelajaraan dari sekolah menjadi di rumah membuat banyak guru dan konselor sekolah mengalami kelimpungan. Meninjau dari proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah dengan adanya pendampingan oleh guru, masih ditemui banyaknya siswa yang pasif dan tidak mampu untuk berpikir kritis apa lagi dalam suasana saat ini yang harus belajar sendiri dirumah tanpa pendampingan yang hanya bertumpu pada tugas-tugas mandiri. Permasalahan ini menggambarkan bahwa peran guru sangat sentral di dalam membantu siswa untuk mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya di dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Khususnya untuk guru bimbingan konseling atau konselor sekolah memiliki peran penting untuk dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai keadaan pandemic saat ini adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ABKIN. 2008. Penataan pendidikan profesional konselor dan layanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Jakarta: Depdiknas.

Bhatt, R.M. 2010. Growth of computing technology for education in India. Journal HNB Garhwal University, India, 7, 92-102.

Blocher, D.H. 1974. Development Counseling. New York: Macmillan Publishing Company.

Cabaniss, K. 2003. Computer-related technology use by counselors in the millennium journal of technology in counseling. (http://jtc.colstate.edu).

Chotimah, S., Ramdhani, F. A., Bernard, M., & Akbar, P. (2019). Pengaruh Pendekatan Model-Eliciting Activities Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa Smp Negeri Di Kota Cimahi. Journal on Education, 1(2), 68–77.

Dahlia, Ibrohim, & Mahanal, S. 2018. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SMP menggunakan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dengan sumber belajar hutan wisata Baning. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembanga, 3 188–194.

Gibson, R. L., Santoso, Y., & Mitchell, M. H. (2010). Bimbingan dan konseling. Pustaka Pelajar.

Inch, E.S., Warnick, E., & Endres, D. 2006. Critical thinking and communication: The use of reason argument (Fifth ed). Boston: Allyn and Bacon.

Lancaster, J. 2014. School and classroom indicators of inclusive education. Measuring Inclusive Education International Perspectives on Inclusive Education, 3, 227–245.

Matthews, M., Doherty, G., Sharry, J & Fitzpatrick, C. 2008. Mobile phone mood charting for adolescents. British Journal of Guidance & Counselling, 36, 113-129.

Prasetyo, R.Y & Djuniadi. 2015. Implementasi e-konseling pada social learning network. Journal Edu Komputika, 2, 9-18.

Prasetya, A.F., & Gunawan, I M.S. 2018. Mengelola emosi. Yogjakarta: K-Media.

Prayitno & Amti, E. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Tiruneh, D.T., Gu, X., De Cock, M., & Elen, J. 2018. Systematic design of domain-specific instruction on near and far transfer of critical thinking skills. International Journal of Educational Research, 1, 1–11.

Triyono, T., & Febriani, R. D. (2018). Pentingnya Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh Guru Bimbingan dan Konseling. JUANG: Jurnal Wahana Konseling, 1(2), 74–83.

Published
2020-09-30
Section
Articles