Kepribadian Islam dalam Siklus Ekonomi Terdampak Covid-19

  • RM Aziz
Abstract views: 293 , PDF downloads: 279
Keywords: Personality, Islamic Psychology, Covid-19, Economy

Abstract

Kepribadian menurut psikologi Islam adalah integrasi sistem hati, akal, dan hasrat manusia yang memunculkan perilaku. Aspek nafsani manusia memiliki tiga kekuatan, yaitu: (1) qalbu (kodrat ilahi) sebagai aspek supra-sadar manusia yang memiliki kekuatan emosional (akal); (2) alasan (sifat manusia) sebagai aspek kesadaran manusia yang memiliki kekuatan cipta; (3) nafsu (fitrah hayawaniyah) sebagai aspek bawah dari kesadaran manusia yang memiliki kekuatan konasi (karsa). Sedangkan faktor-faktor yang membentuk kepribadian dibagi menjadi tiga aliran yaitu Empirisme, Nativisme, dan Konvergensi. Covid-19 atau disebut virus corona adalah wabah yang dimulai di Wuhan, Tiongkok dan dimulai pada 2019 akhir, saat ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemi global. Banyak teori yang memperkirakan asal muasal virus ini ada. Setiap negara memberlakukan kebijakan masing-masing untuk mencegah virus ini, dan berusaha keras menyembuhkan pasien positif corona, dan meminimalisir dampak terburuknya. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana perilaku dan aktivitas manusia dalam menciptakan kemakmuran, dengan berbagai kegiatan seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. Pokok dari pembahasan ini yaitu kepribadian dalam psikologi Islam, covid-19, serta ekonomi akan dianalisis keterkaitan antar ketiganya dalam penelitian ini.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-28
Section
Articles